Langsung ke konten utama

Pengertian Takwa Lengkap Serta Contoh Penerapannya | Islam Indah

 Pengertian Takwa Lengkap | Islam Indah













Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kita harus selalu bertaqwa kepada Allah SWT. Dimanapun, kapanpun, taqwa tetap bisa dilakukan. Taqwa sendiri merupakan bentuk kesungguhan dan kehati-hatian umat muslim kepada apa yang dilarang oleh Allah SWT. Oleh karena itu Islam Indah merangkum dari berbagai sumber.

Pengertian Takwa

TAKWA adalah seseorang yang taat kepada Allah Azz Wa Jalla atas cahaya (petunjuk) dari Allah karena mengharap rahmat-Nya dan ia meninggalkan maksiat karena takut akan siksa-Nya. Tidaklah seseorang dikatakan takwa kepada Allah jika dia belum menjalankan kewajiban yang Allah tetapkan dan menunaikan hal-hal yang sunnah seperti yang dicontohkan Nabi shalallahu alaiahi wasallam.

Secara etimologi takwa berasal dari kata waqa – yaqi – wiqayah yang artinya menjaga diri, menghindari dan menjauhi. Sedangkan pengertian takwa secara terminologi, takwa adalah takut kepada Allah berdasarkan kesadaran dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta takut terjerumus dalam perbuatan dosa, mengutip percikaniman.org.

Contoh penerapan takwa dalam kehidupan sehari-hari

Banyak sekali kegiatan yang berhubungan dengan taqwa, dalam kehidupan sehari-hari taqwa harus selalu dilakukan dimanapun dan kapanpun.

1. Memperbanyak membaca dan memahaminya








Membaca Alquran berarti mengingat-ingat akan kebesaran Allah SWT. ... Sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran surat Ar- Ra'd ayat 28 yang artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.”

2. Carilah ilmu-ilmu syar'i







Sebagaimana firman Allah SWT di bawah ini.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu: ‘Berilah kelapangan dalam majelis’, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: ‘Berdirilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al-Mujaadilah/58:11].


3. Memperbanyak amal sholeh







Seseorang yang memperbanyakan amal shaleh dan perilaku mulia merupakan cerminan dari sikap seseorang yang mengalamkan kandungan asmaul husna al karim. Dimana asmaul husna al karim adalah salah satu asmaul husna yang menunjukkan bahwa Allah maha mulia. Karena secara bahasa al karim dalam bahasa indonesia artinya adalah maha mulia.


4. Melakukan perbanyak ibadah







Ada banyak sekali ibadah umat islam untuk memperbanyak bekal untuk ke akhirat nanti. Seperti halnya melakukan sunah-sunah Rasulullah SAW, seperti sholat tahajud, sholat witir, dan sunah yang lainnya.


5. Banyak mengingat Allah












Rasulullah SAW pernah bersabda, "Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah, maka hendaknya memperhatikan bagaimana kedudukan Allah dalam hatinya. Sesungguhnya, Allah menempatkan (mendudukan) hamba-Nya, sebagaimana hamba itu mendudukkan Allah dalam jiwanya (hatinya)."

Dalam sebuah hadis riwayat Abdullah bin Bisr, Nabi SAW berpesan kepada seseorang yang bertanya kepadanya, "Wahai Rasulullah, tuntunan dan syariat Islam telah banyak diturunkan dan saya merasa berat. Karena itu, kabarkanlah kepada saya suatu amalan yang ringkas, tetapi dapat mencukupkan amal ibadahku."

Rasulullah SAW pun menjawab, "Hendaknya engkau selalu berzikir kepada Allah."

Hal itu tidak berarti meninggalkan amalan-amalan yang wajib serta membuat diri tak terdorong untuk kerjakan amalan sunnah. Sebab, pelaksanaan ibadah merupakan wujud bukti rasa takut dan harap seorang hamba kepada Rabbnya.

Sebagai contoh, Allah SWT memberi pahala berkali-kali lipat bagi mereka yang shalat berjamaah, alih-alih shalat sendirian. Artinya, amalan itulah yang lebih disukai-Nya. Tatkala azan berkumandang, apakah hati dan pikiran seorang Muslim otomatis terpaut mengingat Allah SWT? Bila jawabannya "iya", maka dia akan bergegas menuju masjid, bukan hanya shalat sendirian. Sebab, berjamaah merupakan hal yang lebih disenangi Sang Pencipta.

Orang yang selalu mengingat Allah juga berhati-hati supaya terhindar dari perbuatan maksiat. Kalaupun melakukan hal itu, dia segera terpanggil untuk bertobat dan memohon ampunan kepada-Nya.

Sebaliknya, orang yang jauh dari mengingat Allah akan mudah lalai. Dia menganggap ringan perbuatan dosanya, sehingga alih-alih menyesal, justru pada waktu berikutnya dilakukannya lagi. Taraf paling parah dari orang yang melupa-lupakan Rabb adalah istidraj. Hal itu ditandai dengan melimpahnya kenikmatan, tetapi membuat si pelaku jauh dari rahmat Ilahi.

Ciri Orang Bertakwa

Imam Ar-Raghib Al-Asfahani mendenifisikan : "Taqwa yaitu menjaga jiwa dari perbuatan yang membuatnya berdosa, dan itu dengan meninggalkan apa yang dilarang, dan menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang dihalalkan," (Al-Mufradat Fi Gharibil Qur'an, hal 531).

Meski ketakwaan seseorang tidak dapat dilihat secara kasat mata, terdapat ciri-ciri khusus yang hanya dimiliki oleh orang yang benar-benar bertakwa kepada Allah dengan ciri sebagai berikut:

1. Mengerti dan Paham Ilmu Agama

Orang yang bertakwa dapat dilihat sejauh mana mengerti dan paham ilmu agama Islam. Terdapat sebuah riwayat yang menceritakan tentang setan yang jauh lebih takut pada orang berilmu yang sedang tidur daripada orang tak berilmu yang sedang sholat.

2. Mendirikan Sholat

Orang yang bertakwa adalah orang yang selalu menjaga sholatnya. Bahkan dalam keadaan lemah, ia akan tetap melaksanakan sholat. Seperti firman Allah yang terdapat dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 1-4.






Artinya:
"Alif laam miim. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat."

3. Menjauhi Maksiat dan Kejahatan

Ciri-ciri orang yang bertakwa adalah orang yang menjauhi segala perbuatan maksiat dan kejahatan. Seperti firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 123.

"Laisa bi'amaaniyyikum wa laa amaaniyyi ahlil-kitaab, may ya'mal suu'ay yujza bihii wa laa yajid lahu min dunillaahi waliyyaw wa laa nasiiraa."

Artinya : "(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah."

Orang bertakwa pasti takut melakukan maksiat dan kejahatan karena mereka tahu bahwa Allah akan membalas segala perbuatan manusia.

4. Mempersiapkan Bekal untuk Kehidupan Akhirat

Orang yang bertakwa pasti akan sibuk mempersiapkan bekal kehidupannya di akhirat dengan beribadah sebaik mungkin dan memperbanyak amalan shalih, sebagaimana dalam firman Allah pada surat Al Hasyr ayat 18.

"Yaa ayyuhallaziina aamanuttaqullaaha waltanzur nafsum maa qaddamat ligad, wattaqullaah, innallaaha khabiirum bimaa ta'malun."

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

5. Berpuasa Wajib atau Sunah


Berpuasa adalah salah satu ciri orang bertakwa yang hanya diketahui oleh Allah karena amalan puasa adalah amalan yang tersembunyi. Sebagaimana perintah Allah dalam surat Al Baqarah ayat 183

"Yaa ayyuhallaziina aamanu kutiba 'alaikumus-siyaamu kamaa kutiba 'alallaziina ming qablikum la'allakum tattaqun."

Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

keutamaaan Bertakwa Kepada Allah 

1. Mendapat pujian dan balasan dari Allah.

Keutamaan ini terdapat dalam surat Ali Imran ayat 171-172.

"Yastabsyiruna bini'matim minallaahi wa fadl, wa annallaaha laa yudii'u ajral-mu'miniin."

Artinya:
"Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman."




Artinya : "(Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar."

2. Mendapatkan penghormatan dari Allah

Orang yang bertakwa tak hanya mendapatkan penghargaan dari manusia lain di sekelilingnya, namun juga diberi penghormatan dari Allah.

3. Dicintai oleh Allah

Dalam surat At Taubah ayat 7, Allah mengungkapkan bahwa Ia akan mencintai orang-orang yang bertakwa.






Artinya : "Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haraam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa."

4. Dijaga dan diawasi langsung oleh Allah

Orang yang bertakwa urusannya ditangani, diatur, dan diawasi langsung oleh Allah, sebagaimana ayat perintah takwa berikut ini, yang diakhiri dengan janji pengawasan-Nya dalam surat An-Nisa ayat 1 yang berbunyi:




Artinya:
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."

5. Dihilangkan kesulitannya

Seperti firman Allah dalam Alquran surat At Thalaq ayat 2-3 yang berbunyi sebagai berikut.


Artinya : "Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar."

6. Mendapat pertolongan dan perlindungan dari Allah

Seorang muslim yang bertakwa akan selalu ditolong dan dilindungi Allah dari perbuatan orang-orang yang zalim dan berniat buruk.

7. Senantiasa diberi ketenangan

Di dalam hati orang yang bertakwa selalu merasa ditemani dan diberi ketenangan, sehingga tidak takut terhadap keadaan apa pun, tidak takut terhadap perubahan dan kesulitan apa pun.

8. Dianugrahi kemulaiaan diri

Allah akan menganugerahkan kemuliaan diri bagi umatnya yang bertakwa. Karena orang bertakwa interaksinya dengan dunia hanya sebatas di tangan saja, tidak sampai ke dalam hati kecuali yang berkaitan dengan urusan akhirat. Seperti firman Allah dalam surat Al An'am ayat 32.

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"(Q.S Al An'am ayat 32).

9. Memiliki kelapangan dan kekakyaan hati

Orang yang bertakwa hatinya akan selalu diliputi ketenangan, tidak risau dengan ujian dan tipu daya makhluk, tidak sedih karena kehilangan sesuatu, sebab hatinya yakin apa pun yang menimpanya berasal dari Allah, sedangkan Dia adalah Dzat yang dicintainya.

10. Hatinya selalu terang

Allah memberikan keterangan hati dan petunjuk bagi umatnya yang senantiasa bertakwa pada-Nya.







Komentar

  1. https://kata-h.blogspot.com/2020/08/humor-gus-dur.html
    http://q.gs/FM7d0
    https://kata-h.blogspot.com/2020/11/kata-kata-hikmah.html
    http://q.gs/FM7d1

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tata Cara Sholat Tahajud, Do'a, Serta Keutamaannya

Pengertian Shalat Tahajud, Tata Cara, Serta, Keutamaannya Banyak sekali sholat sunah yang dianjurkan untuk kita laksanakan sebagai ibadah tambahan, salah satunya adalah sholat tahajud. Berikut pengertian dari sholat tahajud dan tata cara melaksanakannya hingga keutamaan dalam sholat tahajud. Pengertian Sholat Tahajud Sholat tahajud adalah sholat sunah muakad yang didirikan pada malam hari atau sepertiga malam setelah terjaga dari tidur. Sholat ini bukanlah bagian dari sholat lima waktu yang diwajibkan bagi umat dan dapat dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas. Sholat tahajud sangat dianjurkan untuk dikerjakan sebagai ibadah tambahan. Dikutip dari buku 'Sholat Tahajud dan Kebahagiaan ' oleh abd. Muqit, Tahajud artinya terjaga setelah tidur. Sholat ini dikerjakan pada waktu malam hari dan dilaksanakan setelah tidur sebentar. Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Isra' ayat 79 : Foto via cintaallahrindumuhammad.com Adapun juga Q.S Al-Muzammil ayat 1-...

Pengertian Istiqamah Lengkap, Cara Agar Selalu tetap di atas Istiqamah, Hingga Keutamaannya

Pengertian Istiqamah Lengkap, Cara Agar Selalu di atas Istiqamah, Hingga Keutamaannya Sering kali kita mendengar kata istiqamah dalam kehidupan sehari-hari, istiqamah sendiri memiliki makna khusus, tegak, konsisten. Istiqomah adalah kata dalam Bahasa Arab yang merupakan bentuk kata kerja dari kata istaqâma yang berarti “tegak lurus.” Bentuk lain dari kata istaqâma adalah mustaqîm yang sering diartikan lurus, misalnya dalam kata “ash-shirâtul mustaqîm” yang diartikan dengan “jalan yang lurus.” Dalam KBBI kata istiqamah diartikan dengan sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen. Dari sini bisa dipahami bahwa istiqamah adalah sikap pendirian dan selalu konsekuen, dengan kata lain siap menerima hal apapun walaupun kadang itu tidak menyenangkan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam kitab Al-qur'annya. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ Tunjukilah kami kepada jalan yang lurus (6) (yaitu) jalan ...