Pengertian Shalat Witir Lengkap Serta Tata Cara Melaksanakannya
إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
“Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu (Rasulullah) sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.” (QS Al-Fath ayat 10).
Banyak sekali ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW salah satunya adalah shalat witir. Beliau selalu melaksankan shalat witir.Begitu istimewanya salat witir sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepada sahabat beliau agar senantiasa mengerjakannya.
Salat ini pula yang menjadi penutup seluruh salat malam. Yang akan kita bahas saat ini adalah tentang shalat witir
Pengertian Shalat Witir
Yang dimaksud dengan shalat Witir, ialah shalat yang dikerjakan antara setelah shalat Isyâ` hingga terbit fajar Subuh sebagai penutup shalat malam.[1]
HUKUM SHALAT WITIR Shalat Witir
merupakan shalat sunnah muakkadah menurut mayoritas ulama. Hal ini didasarkan pada beberapa dalil, di antaranya sebagai berikut.
1. Hadits Ibnu Umar yang berbunyi: عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ قَالَ اجْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْراً. متفق عليه Dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam , beliau berkata: “Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan Witir”. [Muttafaqun ‘alaihi)] Dalam hadits ini menunjukkan adanya perintah menjadikan shalat witir sebagai penutup shalat malam. Ibnu Daqîqi al-‘Iid menyatakan, orang yang mewajibkan shalat witir berdalil dengan bentuk perintah (dalam hadits ini). Seandainya berpendapat kewajiban witir dalam akhir shalat malam, maka itu lebih tepat”[3].
2. Hadits Abu Ayyûb al-Anshâri yang berbunyi: قَالَ رَسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوِتْرُ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ Rasulullah Shallallahu alaihi wa salllam bersabda: “Shalat Witir wajib bagi setiap muslim. Barang siapa yang ingin berwitir dengan lima rakaat, maka kerjakanlah; yang ingin berwitir tiga rakaat, maka kerjkanlah; dan yang ingin berwitir satu rakaat, maka kerjakanlah!” [HR Abu Dawud, an-Nasâ`i dan Ibnu Mâjah, dan dishahîhkan Syaikh al-Albâni dalam Shahîh Sunan Abu Dâwud, no. 1421].
3. Hadits Abu Bushrah al-Ghifaari yang berbunyi: قال رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :” إِنَّ اللَّهَ زَادَكُمْ صَلَاةً فَحَافِظُوا عَلَيْهَا ، وَهِيَ الْوَتْرُ ؛ فَصَلُّوْهَا فِيْمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلىَ صَلاَةِ الْفَجْرِ”. أخرجه أحمد. Sesungguhnya Allah telah menambah untuk kalian satu shalat, maka jagalah shalat tersebut. Shalat itu adalah Witir. Maka shalatlah di antara shalat Isya` sampai shalat fajar. [HR Ahmad dan dishahîhkan Syaikh al-Albâni dalam Silsilah Ahadits ash-Shahîhah, no. 108 (1/221)]
Waktu Shalat Witir
Shalat Witir bisa dilaksanakan sesudah Isya sebelum tidur dan sesudah sholat tahajud sebelum terbit fajar. Ustaz Adi Hidayat mengatakan, sholat witir sesudah Isya dilakukan bila malamnya tidak mampu bangun. Sholat witir dilaksanakan salat malam setelah Isya sampai Fajar.
Tata Cara Melaksanakan Shalat Witir
Rakaat sholat sunnah witir berjumlah ganjil. Lalu bagaimana dengan tata cara sholat witir 3 rakaat? Apakah sama dengan pengerjaan ibadah sholat maghrib?
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Janganlah lakukan shalat witir yang tiga rakaat seperti shalat Maghrib. Namun berwitirlah dengan lima atau tujuh rakaat” (HR. Ibnu Hibban no. 2429. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim).
Rakaat dalam shalat witir berjumlah ganjil, seperti 1,3,5,7,9,11. Contohnya tata cara sholat witir 3 rakaat apakah sama dengan pengerjaan dalam shalat maghrib? Tentu saja tidak sama, perbedaannya adalah dalam sholat witir 3 rakaat tidak ada tasyahud awal seperti sholat maghrib.
"Rasulullah bersabda, “Siapa yang suka lakukan witir tiga rakaat, maka lakukanlah.” (HR. Abu Daud).
“Dari ‘Aisyah, ia berkata,“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al Baihaqi)."Saya berniat salat witir tiga rakaat (menghadap kiblat) karena Allah ta'alaa".
- Niat Shalat Witir 3 rakaat
- Takbirotul Ihram
- Membaca Doa Iftitah
- Membaca Surah Al-Fatihah
- Membaca surat pendek: Pada rakaat pertama disunahkan membaca surat Al A'la. Selanjutnya untuk rakaat kedua membaca surat Al-Kafiruun dan yang terakhir pada rakaat ketiga membaca tiga surat sekaligus yakni Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan An-Nas.
- Ruku' dengan tuma'ninah
- I'tidal dengan tuma'ninah
- Sujud dengan tuma'ninah
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah
- Sujud kedua dengan tuma'ninah
- Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua dan ketiga seperti urutan sebelumnya
- Tasyahhud Akhir dengan tuma'ninah
- Salam
- Membaca Doa Sholat Witir
Seperti yang diketahui bahwa sholat witir biasanya berjumlah tiga rakaat. Dan Allah SWT menyukai sesuatu yang ganjil. Sholat witir adalah salah satu ibadah yang Allah sukai. Dari Ali bin Abi Thalib, mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
© Dream.co.id
“ Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan sholat Witir, maka sholat Witirlah, wahai para ahli al-Qur-an.”
2. Shalatnya disaksikan para malaikat
Sholat witir biasanya dilakukan pada penghujung malam. Dan disaat itulah banyak para malaikat yang menyaksikan dan berdoa bagi orang-orang yang sedang beribadah. Seperti yang disampaikan dalam sebuah hadist:
© Dream.co.id
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Hafsh dan Abu Muawiyah dari Al Amasy dari Abu Sufyan dari Jabir ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Barangsiapa yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah ia melakukan witir di awal malam. Dan siapa yang berharap mampu bangun di akhir malam, hendaklah ia witir di akhir malam, karena shalat di akhir malam disaksikan (oleh para malaikat) dan hal itu adalah lebih afdlal (utama).” Abu Mu’awiyah berkata; “ Mahdlurah (dihadiri oleh para malaikat).” (HR. Muslim).
3. Shalat witir tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan sholat Witir. Apabila beliau meninggalkannya, maka beliau akan meng-qadhanya. Seperti yang dikatakan dalam sebuah hadist:
“ Kekasihku Rasulullah memberi wasiat kepadaku agar aku berpuasa 3 hari setiap bulan, mendirikan shalat Dhuha 2 raka’at dan shalat witir sebelum aku tidur” (HR. Bukhori).
4. Shalat witir sebagai penyempurna shalat malam
Sholat witir adalah sholat penutup dari sholat malam atau penutup dari sholat tarawih. Sholat witir menjadi penyempurna dari sholat malam.
© Dream.co.id
" Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat Witir." [HR. Bukhori Muslim]
5. Shalat witir, waktu yang diijabah untuk berdo'a
Sholat witir biasanya dilaksanakan pada penghujung malam. Dan di penghujung malam menjadi waktu yang sangat diijabah dalam berdoa.
Demikianlah pengertian shalat witir, semoga bermanfaat bagi kita semua.
Akhir kata, وبالله توفق والهدية.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركته
Sangat bermanfaat .. trimakasih ilmunya
BalasHapusTerima kasih sudah membacanya
Hapus