Langsung ke konten utama

Pengertian Shalat Witir Lengkap Hingga Keutamaan dalam Melaksanakan Shalat Witir

 Pengertian Shalat Witir Lengkap Serta Tata Cara Melaksanakannya

  Kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW wajib menerima ajaran dari-Nya 
 Imam Syafi'i dalam kitabnya Ar-Risalah  menjelaskan bahwa hukum yang disampaikan Rasulullah sama dengan hukum Allah, orang yang menaati Rasulullah sama dengan menaati Allah. Imam Syafi'i mengutip  sejumlah ayat Alquran yang menguatkan kewajiban menaati Rasulullah SAW sebagai inti ajaran agama, di antaranya sebagai berikut:    

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

  “Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu (Rasulullah) sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.” (QS Al-Fath ayat 10).

Banyak sekali ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW salah satunya adalah shalat witir. Beliau selalu melaksankan shalat witir.Begitu istimewanya salat witir sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepada sahabat beliau agar senantiasa mengerjakannya.

Salat ini pula yang menjadi penutup seluruh salat malam. Yang akan kita bahas saat ini adalah tentang shalat witir

Pengertian Shalat Witir

  Yang dimaksud dengan shalat Witir, ialah shalat yang dikerjakan antara setelah shalat Isyâ` hingga terbit fajar Subuh sebagai penutup shalat malam.[1] 

HUKUM SHALAT WITIR Shalat Witir

 merupakan shalat sunnah muakkadah menurut mayoritas ulama. Hal ini didasarkan pada beberapa dalil, di antaranya sebagai berikut.

 1. Hadits Ibnu Umar yang berbunyi: عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ قَالَ اجْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْراً. متفق عليه Dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam , beliau berkata: “Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan Witir”. [Muttafaqun ‘alaihi)] Dalam hadits ini menunjukkan adanya perintah menjadikan shalat witir sebagai penutup shalat malam. Ibnu Daqîqi al-‘Iid menyatakan, orang yang mewajibkan shalat witir berdalil dengan bentuk perintah (dalam hadits ini). Seandainya berpendapat kewajiban witir dalam akhir shalat malam, maka itu lebih tepat”[3].

 2. Hadits Abu Ayyûb al-Anshâri yang berbunyi: قَالَ رَسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوِتْرُ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثٍ فَلْيَفْعَلْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ Rasulullah Shallallahu alaihi wa salllam bersabda: “Shalat Witir wajib bagi setiap muslim. Barang siapa yang ingin berwitir dengan lima rakaat, maka kerjakanlah; yang ingin berwitir tiga rakaat, maka kerjkanlah; dan yang ingin berwitir satu rakaat, maka kerjakanlah!” [HR Abu Dawud, an-Nasâ`i dan Ibnu Mâjah, dan dishahîhkan Syaikh al-Albâni dalam Shahîh Sunan Abu Dâwud, no. 1421].

 3. Hadits Abu Bushrah al-Ghifaari yang berbunyi: قال رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :” إِنَّ اللَّهَ زَادَكُمْ صَلَاةً فَحَافِظُوا عَلَيْهَا ، وَهِيَ الْوَتْرُ ؛ فَصَلُّوْهَا فِيْمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلىَ صَلاَةِ الْفَجْرِ”. أخرجه أحمد. Sesungguhnya Allah telah menambah untuk kalian satu shalat, maka jagalah shalat tersebut. Shalat itu adalah Witir. Maka shalatlah di antara shalat Isya` sampai shalat fajar. [HR Ahmad dan dishahîhkan Syaikh al-Albâni dalam Silsilah Ahadits ash-Shahîhah, no. 108 (1/221)]

Waktu Shalat Witir

  Shalat Witir bisa dilaksanakan sesudah Isya sebelum tidur dan sesudah sholat tahajud sebelum terbit fajar. Ustaz Adi Hidayat mengatakan, sholat witir sesudah Isya dilakukan bila malamnya tidak mampu bangun. Sholat witir dilaksanakan salat malam setelah Isya sampai Fajar. 


Tata Cara Melaksanakan Shalat Witir

  Rakaat sholat sunnah witir berjumlah ganjil. Lalu bagaimana dengan tata cara sholat witir 3 rakaat? Apakah sama dengan pengerjaan ibadah sholat maghrib?

 “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Janganlah lakukan shalat witir yang tiga rakaat seperti shalat Maghrib. Namun berwitirlah dengan lima atau tujuh rakaat” (HR. Ibnu Hibban no. 2429. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim).

  Rakaat dalam shalat witir berjumlah ganjil, seperti 1,3,5,7,9,11. Contohnya tata cara sholat witir 3 rakaat apakah sama dengan pengerjaan dalam shalat maghrib? Tentu saja tidak sama, perbedaannya adalah dalam sholat witir 3 rakaat tidak ada tasyahud awal seperti sholat maghrib.

  "Rasulullah bersabda, “Siapa yang suka lakukan witir tiga rakaat, maka lakukanlah.” (HR. Abu Daud).

“Dari ‘Aisyah, ia berkata,“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al Baihaqi).

  Dari kedua hadist di atas menunjukkan bahwa diperbolehkan mengerjakan sholat sunah witir 3 rakaat namun tidak dengan melakukan tasyahud awal.

Niat
 Shalat witir dilakukan dengan rakaat ganjil. Bisa 1 rakaat, 3 rakaat, 5 rakaat, bahkan hingga 11 rakaat.
Jika anda ingin melaksanakan shalat witir dengan 3 rakaat, anda bisa melakukannya dengan 3 rakaat 1 salam, atau bisa dibagi menjadi 2 rakaat lalu tasyahud akhir lalu melaksanakan 1 rakaat dan tasyahud akhir.
  Jika anda akan melaksanakan shalat witir 3 rakaat dan 1 salam sendirian, anda bisa membaca
  
 Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka'aatain (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'alaa.
Artinya :
"Saya berniat salat witir tiga rakaat (menghadap kiblat) karena Allah ta'alaa".

  Tata cara shalat witir 3 rakaat 1 kali salam
  1. Niat Shalat Witir 3 rakaat
  2. Takbirotul Ihram
  3. Membaca Doa Iftitah
  4. Membaca Surah Al-Fatihah
  5. Membaca surat pendek: Pada rakaat pertama disunahkan membaca surat Al A'la. Selanjutnya untuk rakaat kedua membaca surat Al-Kafiruun dan yang terakhir pada rakaat ketiga membaca tiga surat sekaligus yakni Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan An-Nas.
  6. Ruku' dengan tuma'ninah
  7. I'tidal dengan tuma'ninah
  8. Sujud dengan tuma'ninah
  9. Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah
  10. Sujud kedua dengan tuma'ninah
  11. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua dan ketiga seperti urutan sebelumnya
  12. Tasyahhud Akhir dengan tuma'ninah
  13. Salam
  14. Membaca Doa Sholat Witir
Do'a Setelah Melaksanakan Shalat Witir

Keutamaan Shalat Witir

1. Shalat witir dicintai Allah SWT

Seperti yang diketahui bahwa sholat witir biasanya berjumlah tiga rakaat. Dan Allah SWT menyukai sesuatu yang ganjil. Sholat witir adalah salah satu ibadah yang Allah sukai. Dari Ali bin Abi Thalib, mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Sholat witir© Dream.co.id

“ Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan sholat Witir, maka sholat Witirlah, wahai para ahli al-Qur-an.”

2. Shalatnya disaksikan para malaikat

Sholat witir biasanya dilakukan pada penghujung malam. Dan disaat itulah banyak para malaikat yang menyaksikan dan berdoa bagi orang-orang yang sedang beribadah. Seperti yang disampaikan dalam sebuah hadist:

Sholat witir© Dream.co.id

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Hafsh dan Abu Muawiyah dari Al Amasy dari Abu Sufyan dari Jabir  ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Barangsiapa yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah ia melakukan witir di awal malam. Dan siapa yang berharap mampu bangun di akhir malam, hendaklah ia witir di akhir malam, karena shalat di akhir malam disaksikan (oleh para malaikat) dan hal itu adalah lebih afdlal (utama).” Abu Mu’awiyah berkata; “ Mahdlurah (dihadiri oleh para malaikat).” (HR. Muslim).

3. Shalat witir tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW

Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan sholat Witir. Apabila beliau meninggalkannya, maka beliau akan meng-qadhanya. Seperti yang dikatakan dalam sebuah hadist:

“ Kekasihku Rasulullah  memberi wasiat kepadaku agar aku berpuasa 3 hari setiap bulan, mendirikan shalat Dhuha 2 raka’at dan shalat witir sebelum aku tidur” (HR. Bukhori).

4. Shalat witir sebagai penyempurna shalat malam


Sholat witir adalah sholat penutup dari sholat malam atau penutup dari sholat tarawih. Sholat witir menjadi penyempurna dari sholat malam.

Sholat witir© Dream.co.id

" Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat Witir." [HR. Bukhori Muslim]

5. Shalat witir, waktu yang diijabah untuk berdo'a

Sholat witir biasanya dilaksanakan pada penghujung malam. Dan di penghujung malam menjadi waktu yang sangat diijabah dalam berdoa.

Demikianlah pengertian shalat witir, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Akhir kata, وبالله توفق والهدية.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركته


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tata Cara Sholat Tahajud, Do'a, Serta Keutamaannya

Pengertian Shalat Tahajud, Tata Cara, Serta, Keutamaannya Banyak sekali sholat sunah yang dianjurkan untuk kita laksanakan sebagai ibadah tambahan, salah satunya adalah sholat tahajud. Berikut pengertian dari sholat tahajud dan tata cara melaksanakannya hingga keutamaan dalam sholat tahajud. Pengertian Sholat Tahajud Sholat tahajud adalah sholat sunah muakad yang didirikan pada malam hari atau sepertiga malam setelah terjaga dari tidur. Sholat ini bukanlah bagian dari sholat lima waktu yang diwajibkan bagi umat dan dapat dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas. Sholat tahajud sangat dianjurkan untuk dikerjakan sebagai ibadah tambahan. Dikutip dari buku 'Sholat Tahajud dan Kebahagiaan ' oleh abd. Muqit, Tahajud artinya terjaga setelah tidur. Sholat ini dikerjakan pada waktu malam hari dan dilaksanakan setelah tidur sebentar. Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Isra' ayat 79 : Foto via cintaallahrindumuhammad.com Adapun juga Q.S Al-Muzammil ayat 1-...

Pengertian Istiqamah Lengkap, Cara Agar Selalu tetap di atas Istiqamah, Hingga Keutamaannya

Pengertian Istiqamah Lengkap, Cara Agar Selalu di atas Istiqamah, Hingga Keutamaannya Sering kali kita mendengar kata istiqamah dalam kehidupan sehari-hari, istiqamah sendiri memiliki makna khusus, tegak, konsisten. Istiqomah adalah kata dalam Bahasa Arab yang merupakan bentuk kata kerja dari kata istaqâma yang berarti “tegak lurus.” Bentuk lain dari kata istaqâma adalah mustaqîm yang sering diartikan lurus, misalnya dalam kata “ash-shirâtul mustaqîm” yang diartikan dengan “jalan yang lurus.” Dalam KBBI kata istiqamah diartikan dengan sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen. Dari sini bisa dipahami bahwa istiqamah adalah sikap pendirian dan selalu konsekuen, dengan kata lain siap menerima hal apapun walaupun kadang itu tidak menyenangkan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam kitab Al-qur'annya. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ Tunjukilah kami kepada jalan yang lurus (6) (yaitu) jalan ...

Pengertian Takwa Lengkap Serta Contoh Penerapannya | Islam Indah

 Pengertian Takwa Lengkap | Islam Indah Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kita harus selalu bertaqwa kepada Allah SWT. Dimanapun, kapanpun, taqwa tetap bisa dilakukan. Taqwa sendiri merupakan bentuk kesungguhan dan kehati-hatian umat muslim kepada apa yang dilarang oleh Allah SWT. Oleh karena itu Islam Indah merangkum dari berbagai sumber. Pengertian Takwa TAKWA adalah seseorang yang taat kepada Allah Azz Wa Jalla atas cahaya (petunjuk) dari Allah karena mengharap rahmat-Nya dan ia meninggalkan maksiat karena takut akan siksa-Nya. Tidaklah seseorang dikatakan takwa kepada Allah jika dia belum menjalankan kewajiban yang Allah tetapkan dan menunaikan hal-hal yang sunnah seperti yang dicontohkan Nabi shalallahu alaiahi wasallam. Secara etimologi takwa berasal dari kata waqa – yaqi – wiqayah yang artinya menjaga diri, menghindari dan menjauhi. Sedangkan pengertian takwa secara terminologi, takwa adalah takut kepada Allah berdasarkan kesadaran dengan mengerjakan segala perintah-Nya ...